Banyak sekali mitos atau fakta kesehatan gigi dan mulut beredar di masyarakat, namun tidak semuanya benar. Agar tidak salah paham, berikut penjelasannya.


1. Gigi berlubang bikin bau mulut?

Fakta
Gigi berlubang menjadi tempat berkumpulnya bakteri dan sisa makanan yang dapat menimbulkan bau mulut tidak sedap.


2. Enam bulan sekali harus check up kesehatan gigi?

Fakta
Pemeriksaan rutin setiap enam bulan membantu mendeteksi masalah gigi sejak dini, mencegah kerusakan lebih lanjut, serta menjaga kesehatan gigi dan gusi.


3. Kumur-kumur bisa membersihkan karang gigi?

Mitos
Karang gigi tidak bisa dihilangkan hanya dengan berkumur. Dibutuhkan tindakan scaling oleh dokter gigi untuk membersihkannya.


4. Gigi sakit bisa bikin orang meninggal?

Mitos
Sakit gigi tidak langsung menyebabkan kematian. Namun, infeksi gigi yang dibiarkan tanpa penanganan dapat menyebar dan berbahaya bagi kesehatan.


5. Sering-sering menggosok gigi bisa bikin gigi putih?

Mitos
Menyikat gigi terlalu sering atau terlalu keras justru dapat merusak enamel dan menyebabkan gigi sensitif. Warna gigi yang sehat bergantung pada perawatan yang tepat, bukan frekuensi berlebihan.


6. Minum kopi dan merokok bisa bikin gigi kuning?

Fakta
Kopi dan rokok mengandung zat yang dapat meninggalkan noda pada enamel gigi sehingga membuat gigi tampak kuning.


7. Scaling gigi bikin gigi jadi renggang?

Mitos
Scaling tidak membuat gigi renggang. Perasaan renggang muncul karena karang gigi yang sebelumnya menutupi sela gigi telah dibersihkan.


8. Sikat gigi elektrik lebih bagus dari sikat gigi biasa?

Mitos
Keduanya sama-sama efektif selama digunakan dengan teknik yang benar dan dilakukan secara rutin.


Menjaga kesehatan gigi dan mulut tidak hanya soal kebiasaan, tetapi juga memahami informasi yang benar. Hindari mitos, terapkan fakta, dan lakukan pemeriksaan gigi secara rutin untuk menjaga kesehatan gigi jangka panjang.

By theo

Leave a Reply