Pernah dengar cerita tentang satu titik koma (;) yang bikin sistem bank shutdown? Atau typo satu huruf yang bikin diskon belanja jadi 100%? Itulah “magic” dari sebuah bug. Di dunia digital, nggak ada yang namanya kesalahan kecil.
Kenapa Satu Error Bisa Berakibat Fatal?
Banyak yang mikir, “Ah, cuma glitch dikit, ntar juga bener.” Padahal, dampaknya bisa merembet ke mana-mana:
- User Langsung “Ghosting”: Begitu aplikasi force close, user nggak akan kasih kesempatan kedua. Mereka bakal langsung uninstall.
- Kepercayaan Runtuh: Sekali data bocor atau transaksi gagal, butuh waktu bertahun-tahun buat bangun reputasi lagi.
- Biaya Maintenance Membengkak: Benerin bug di tahap produksi itu jauh lebih mahal dan ribet dibanding benerin pas masih tahap testing.
Testing & Maintenance: Bukan Beban, Tapi Investasi
Anggap saja testing itu seperti medical check-up. Memang butuh waktu dan biaya di awal, tapi ini yang jagain aplikasi kamu tetap “sehat” dan panjang umur. Maintenance rutin memastikan aplikasi kamu siap menghadapi update OS terbaru dan serangan siber yang makin kreatif.
Kesimpulannya: Jangan pelit sama waktu buat testing. Lebih baik telat rilis sedikit tapi stabil, daripada rilis cepet tapi penuh “kejutan” yang bikin pusing tujuh keliling.