Apa Tema Ogoh-Ogoh Banjar Poh Gading?

Tema ogoh-ogoh yang diangkat oleh ST. Semadhi Dharma Putra Banjar Poh Gading, Ubung Kaja, Denpasar Utara, Bali adalah “Tirta Mumbul”. Tema ini terinspirasi dari makna tirta suci yang memancar (mumbul) sebagai simbol kehidupan, kesucian, dan kebangkitan energi spiritual dalam diri manusia.

“Tirta Mumbul” dimaknai sebagai sumber penyucian lahir dan batin menjelang Hari Raya Nyepi dan Tahun Baru Saka.


Apa Makna Tirta Mumbul?

Secara filosofis, Tirta Mumbul melambangkan:

  • Air suci sebagai sumber kehidupan
  • Pembersihan energi negatif
  • Kebangkitan kesadaran spiritual
  • Keseimbangan antara bhuana agung dan bhuana alit

Air yang memancar menggambarkan energi kehidupan yang terus mengalir dan tidak pernah berhenti.


Visualisasi Tema Tirta Mumbul dalam Ogoh-Ogoh

Dalam ogoh-ogoh ini, Tirta Mumbul divisualisasikan melalui unsur air yang bergerak dinamis, berpadu dengan ekspresi kekuatan dan kesucian. Visual ini menegaskan bahwa air tidak hanya membawa ketenangan, tetapi juga memiliki kekuatan besar untuk menyucikan dan membangkitkan energi positif.


Pesan Filosofis Tema Tirta Mumbul

Tema ini menyampaikan pesan bahwa:

  • Kesucian hidup harus dijaga dengan kesadaran
  • Penyucian diri adalah proses berkelanjutan
  • Keseimbangan batin membawa kedamaian

Pesan ini sangat relevan sebagai refleksi menjelang pelaksanaan Catur Brata Penyepian.


Peran ST. Semadhi Dharma Putra

Melalui penggarapan ogoh-ogoh bertema Tirta Mumbul, ST. Semadhi Dharma Putra menunjukkan peran aktif generasi muda dalam:

  • Melestarikan budaya Bali
  • Mengembangkan kreativitas seni
  • Menanamkan nilai spiritual dan kebersamaan

Ogoh-ogoh menjadi media edukasi budaya sekaligus ekspresi spiritual remaja Banjar Poh Gading.


Kesimpulan

Ogoh-ogoh bertema “Tirta Mumbul” karya ST. Semadhi Dharma Putra Banjar Poh Gading, Ubung Kaja, Denpasar Utara, Bali merupakan simbol kesucian dan sumber kehidupan. Melalui tema ini, disampaikan pesan penting tentang penyucian diri, kebangkitan spiritual, dan keseimbangan hidup dalam menyambut Hari Raya Nyepi dan Tahun Baru Saka.

By gungde

Leave a Reply