21 Januari 2026

Pagi hari tanggal 21 Januari 2026 , banyak warga Denpasar yang terkejut karena kondisi jalan di kawasan Renon sudah basah saat aktivitas pagi mulai berlangsung. Basahnya jalan bukan hanya karena embun pagi, tetapi akibat turunnya hujan ringan di awal hari , sebuah fenomena yang kini semakin umum terjadi di Bali pada musim penghujan. Fenomena ini menarik untuk dibahas dalam artikel blog karena mencerminkan pola cuaca lokal, dampaknya terhadap aktivitas warga, dan kenangan yang muncul dari rutinitas pagi hari di kota ini.

Jalan Renon Basah di Pagi Hari: Kenapa Bisa Terjadi?

Jalan Renon yang basah pada pagi hari tidak selalu berarti hujan deras sepanjang malam. Pada musim hujan di Bali, khususnya di bulan Januari dan Februari, cuaca cenderung berubah-ubah. Menurut data cuaca, Januari termasuk bulan dengan jumlah hari hujan tinggi , di mana hujan ringan sering turun beberapa kali sehari, termasuk malam dan awal pagi. Secara statistik, stasiun cuaca di Denpasar mencatat hingga 18–20 hari hujan di bulan Januari setiap tahunnya, meskipun tidak selalu hujan sepanjang hari.

Hujan ringan yang turun menjelang pagi atau malam sebelumnya sering menyebabkan permukaan jalan tetap basah saat matahari mulai naik. Bahkan ketika hujan berhenti beberapa saat sebelum fajar, sisa air tetap tampak di permukaan jalan, membuat jalan utama seperti Jalan Renon tampak basah di pagi hari. Ini merupakan bagian dari pola cuaca Bali di musim penghujan yang cepat berubah.

Pola Cuaca di Denpasar: Musim Hujan yang Dinamis

Wilayah Denpasar, termasuk Renon, berada di daerah tropis yang dipengaruhi angin muson dan sistem atmosfer lain yang berubah-ubah sepanjang musim penghujan. Pada periode Januari 2026, prakiraan cuaca menunjukkan kecenderungan awan tebal dan potensi hujan ringan di banyak wilayah Bali , termasuk Denpasar dan sekitarnya. Kondisi ini membuat pagi sering dimulai dengan jalan yang basah karena hujan semalaman atau awan yang mengguyur wilayah tersebut saat dini hari.

Karena pola hujan ini, aktivitas pagi seperti olahraga ringan, berkendara, dan perjalanan menuju tempat kerja sering dimulai dengan jalan basah. Warga Denpasar yang terbiasa dengan kondisi ini akan mengenali ciri-ciri awal musim hujan: langit yang berawan di malam hari, tetesan hujan di awal pagi, dan pengumpulan air kecil yang bertahan hingga jam sibuk pagi.

Dampak Cuaca Basah di Jalan Renon

Basahnya jalan di pagi hari membawa beberapa jalur. Jalan yang licin dan permukaan basah meningkatkan kebutuhan kewaspadaan pengendara sepeda motor, mobil, dan pejalan kaki. Bagi warga yang keluar pagi, kondisi ini menjadi pengingat untuk selalu memeriksa prakiraan cuaca terbaru sebelum beraktivitas, terutama di masa musim hujan seperti Januari.

Selain itu, basahnya jalan di pagi hari sering menjadi topik percakapan di komunitas lokal. Banyak yang diketahui kondisi ini dengan pengalaman sehari-hari mereka, seperti perkiraan waktu berangkat kerja, perlunya membawa payung, atau lebih memilih berangkat sedikit lebih lambat untuk menghindari hujan di rute perjalanan.

Kenangan dan Persepsi Terhadap Cuaca Pagi

Fenomena mendasar di kawasan Renon bukan hanya soal cuaca, tetapi juga soal pengalaman hidup di Denpasar. Bagi sebagian warga, jalan basahnya bukan hanya fakta meteorologi, tapi bagian dari cerita harian: kelembapan udara pagi, bau tanah basah, dan suasana kota yang sedikit lengang namun bersih setelah hujan. Pengalaman ini sering dijadikan cerita ringan dalam percakapan warga, dan terkadang menjadi inspirasi konten di media sosial — seperti video yang menampilkan jalan basah di pagi hari, yang kemudian disebarkan dengan tagar lokal dan komentar tentang cuaca pagi. Video semacam ini menjadi dokumentasi kecil tentang bagaimana cuaca mempengaruhi kehidupan sehari-hari di Denpasar.

By moza

Leave a Reply