Banjar Poh Gading
Kisah budaya ST. Semadhi Dharma Putra dan ogoh-ogoh Banjar Poh Gading. Tradisi Bali yang hidup lewat kreativitas pemuda. Video kisah budaya ini memperlihatkan bagaimana generasi muda ST. SDP bekerja bersama, menjaga warisan budaya, dan menghadirkan makna di balik pembuatan ogoh-ogoh yang mereka ciptakan.
Tradisi ogoh-ogoh adalah bagian dari ritual sebelum Hari Raya Nyepi — khususnya pada malam Pengerupukan — di mana patung besar ini diarak sebagai simbol pembersihan diri dan lingkungan dari energi negatif. Kisah ini bukan hanya soal seni, tetapi juga tentang filosofi, nilai sosial, dan semangat kebersamaan masyarakat Bali.
Apa Itu Ogoh-Ogoh?
Ogoh-ogoh adalah patung besar yang diarak pada malam sebelum Nyepi, melambangkan kekuatan atau sifat negatif yang perlu “disucikan” sebelum memasuki masa hening Nyepi. Patung-patung ini dibuat dengan kreativitas tinggi dan penuh simbolisme budaya.
Dalam kisah budaya ST. Semadhi Dharma Putra, ogoh-ogoh menjadi sarana bagi pemuda untuk mengekspresikan nilai moral dan pesan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.
Proses dan Nilai Budaya
1. Gotong Royong dan Kerja Sama
Pembuatan ogoh-ogoh melibatkan kerja sama antara anggota kelompok ST. SDP dan masyarakat Banjar Poh Gading. Nilai gotong royong ini menunjukkan semangat komunitas dalam menjaga tradisi dan mempersiapkan perayaan adat Bali.
2. Filosofi dan Kreativitas
Ogoh-ogoh tidak hanya dibuat sebagai bentuk visual, tetapi juga mencerminkan filosofi budaya Bali yang kuat. Desain dan ornamen patung sering kali memuat cerita lokal, simbol moral, dan makna spiritual yang penting bagi masyarakat.
3. Pengenalan Budaya kepada Generasi Muda
Kisah budaya ini menjadi media edukasi bagi generasi muda untuk memahami arti tradisi, pentingnya kolaborasi, dan bagaimana nilai budaya dapat diimplementasikan dalam karya seni.
Arak-Arakan Ogoh-Ogoh
Ogoh-ogoh yang telah dibuat akan diarak keliling lingkungan pada malam Pengerupukan. Arak-arakan ini menjadi momen penting bagi Banjar Poh Gading untuk berkumpul, merayakan kerja keras bersama, dan menyambut Hari Raya Nyepi dengan hati yang bersih serta pikiran yang reflektif.
Kesimpulan
Kisah budaya ST. Semadhi Dharma Putra di Banjar Poh Gading menampilkan proses kreatif dan nilai budaya dalam pembuatan ogoh-ogoh. Kegiatan ini menjadi simbol pelestarian tradisi, kreativitas pemuda, serta kebersamaan dalam menghadapi perayaan adat Bali menjelang Nyepi.