Apa itu Kuil Sensō-ji?
Kuil Sensō-ji merupakan kuil Buddha tertua di Tokyo yang terletak di kawasan Asakusa. Berdiri sejak tahun 628 M, kuil ini sudah menjadi pusat spiritual penting jauh sebelum Tokyo berkembang menjadi kota metropolitan seperti sekarang.
Bagaimana sejarah awal Kuil Sensō-ji?
Menurut legenda, pada abad ke-7, dua nelayan bersaudara bernama Hinokuma Hamanari dan Hinokuma Takenari menemukan sebuah patung Bodhisattva Kannon di Sungai Sumida. Meski patung tersebut selalu dikembalikan ke sungai, patung itu terus muncul kembali.
Peristiwa ini dianggap sebagai pertanda suci. Dengan bantuan bangsawan setempat bernama Hajino Nakatomo, sebuah tempat pemujaan didirikan untuk menghormati Kannon. Tempat inilah yang kemudian berkembang menjadi Kuil Sensō-ji.
Apa yang membuat Sensō-ji istimewa di malam hari?
Saat malam tiba, Sensō-ji menawarkan suasana yang berbeda dari siang hari:
- Lampu-lampu kuil yang menyala lembut, menciptakan nuansa sakral
- Area lebih tenang dan tidak terlalu ramai
- Gerbang Kaminarimon dan bangunan utama terlihat megah dengan pencahayaan malam
Suasana ini membuat pengunjung bisa menikmati sisi spiritual dan historis kuil dengan lebih khusyuk.
Bagaimana peran Sensō-ji dalam sejarah Jepang?
Sepanjang sejarahnya, Sensō-ji beberapa kali mengalami kehancuran, termasuk saat Perang Dunia II. Namun setiap kali hancur, kuil ini selalu dibangun kembali. Hal tersebut menjadikan Sensō-ji sebagai simbol ketahanan, harapan, dan kebangkitan bagi masyarakat Jepang.
Kenapa Sensō-ji menjadi ikon Tokyo hingga kini?
Hingga saat ini, Sensō-ji tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai:
- Ikon budaya dan sejarah Tokyo
- Destinasi wisata spiritual
- Tempat refleksi di tengah hiruk pikuk kota
Kesimpulan:
Pesona Kuil Sensō-ji di malam hari bukan hanya soal keindahan visual, tetapi juga tentang sejarah panjang, nilai spiritual, dan ketenangan yang ditawarkan. Mengunjungi Sensō-ji saat malam hari adalah cara berbeda untuk merasakan sisi klasik dan penuh makna dari Tokyo.