Tidak punya waktu untuk selalu membuat konten baru? Strategi repurpose konten adalah solusinya. Dengan teknik ini, satu ide konten bisa Anda ubah menjadi berbagai format untuk platform berbeda, sehingga lebih efisien dan menjangkau audiens lebih luas.

Mengapa Harus Repurpose Konten?

  • Hemat waktu: Tidak perlu selalu mulai dari nol.
  • Jangkauan lebih luas: Setiap format menarik audiens yang berbeda.
  • Perkuat pesan: Audiens lebih mudah mengingat pesan yang disampaikan berulang dalam format berbeda.

Contoh Alur Repurpose Konten

Ide Awal: “5 Tips Desain Logo UMKM”

Turunannya:

  1. Instagram Reels/TikTok: 5 video pendek, masing-masing jelaskan 1 tips.
  2. Carousel Instagram/LinkedIn: Slide infografis yang merangkum semua tips.
  3. Instagram Story: Polling tentang tips mana yang paling penting.
  4. Thread Twitter (X): Uraikan tips menjadi rangkaian tweet.
  5. Newsletter: Kirim ringkasan eksklusif ke subscriber email.
  6. Audio Clip: Rekam tips utama untuk snippet podcast atau Instagram Audio.

Langkah Mudah Memulai

  1. Pilih konten andalan Anda yang paling populer atau relevan.
  2. Pecah menjadi poin-poin kecil (tips, kutipan, statistik).
  3. Pilih format yang cocok untuk setiap poin dan platformnya.
  4. Jadwalkan semua turunan konten dalam kalender Anda.

Kesimpulan

Dengan strategi repurpose konten, Anda bisa tetap konsisten tanpa kelelahan membuat ide baru. Mulailah dengan konten yang sudah Anda miliki, dan kembangkan menjadi berbagai format.

Pertanyaan untuk Anda: Konten apa yang sudah Anda buat dan siap untuk di-repurpose? Share di kolom komentar! 👇

Leave a Reply