Pemargi munggahang penjor di Pura Dalem Puri Peliatan merupakan salah satu rangkaian tradisi sakral yang dijalankan oleh krama desa dalam menyambut hari suci keagamaan di Bali. Kegiatan ini bukan sekadar prosesi pemasangan penjor, tetapi juga mengandung makna spiritual yang mendalam.
Dalam tradisi pemargi munggahang penjor di Pura Dalem Puri Peliatan, masyarakat bergotong royong membawa dan menegakkan penjor di area pura. Penjor yang terbuat dari bambu melengkung dan dihiasi dengan janur, hasil bumi, serta simbol-simbol keagamaan melambangkan kemakmuran, keseimbangan alam, dan rasa syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Prosesi ini menjadi wujud nyata kebersamaan dan kekompakan krama desa. Setiap tahap dilakukan dengan penuh ketulusan, mulai dari persiapan hingga penjor berdiri tegak di pelataran pura. Suasana khidmat terasa kuat, mencerminkan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Tuhan sesuai konsep Tri Hita Karana.
Melalui pemargi munggahang penjor di Pura Dalem Puri Peliatan, nilai-nilai adat dan budaya Bali terus dilestarikan dari generasi ke generasi. Tradisi ini sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya menjaga warisan leluhur sebagai identitas spiritual dan budaya masyarakat Bali.