Menggunakan hashtag secara asal-asalan dengan harapan konten menjadi viral adalah strategi yang sudah ketinggalan zaman. Banyak creator terjebak pada pemikiran bahwa semakin banyak hashtag yang ditambahkan, terutama yang populer seperti #FYP atau #Viral, maka peluang kontennya naik akan semakin besar. Kenyataannya? Konten justru bisa tenggelam atau tidak mencapai engagement yang diharapkan.

Alasan sederhananya: algoritma platform media sosial dirancang untuk menghubungkan konten dengan audiens yang paling relevan. Di sinilah fungsi sebenarnya dari hashtag. Ia berperan sebagai penanda atau tag yang memberitahu algoritma tentang topik, niche, dan konteks dari konten yang Anda buat. Penggunaan yang sembarangan hanya akan membingungkan sistem dan menyebabkan konten Anda ditampilkan kepada orang yang tidak tertarik.

Prinsip Dasar: Relevansi Mengalahkan Kuantitas

Daripada memasukkan puluhan hashtag yang tidak terkait, fokuslah pada prinsip utama ini: Bukan soal seberapa banyak, tapi seberapa relevan. Beberapa hashtag yang tepat sasaran jauh lebih kuat daripada seratus hashtag yang asal comot.

Tiga hal krusial yang harus menjadi pertimbangan dalam memilih hashtag adalah:

  1. Relevansi dengan Topik Konten: Hashtag harus secara akurat menggambarkan apa isi konten Anda. Jika Anda membahas strategi social media marketing, gunakan hashtag seperti #SocialMediaTips atau #DigitalMarketing, bukan #Recipe yang sama sekali tidak nyambung.
  2. Kesesuaian dengan Target Audiens: Pikirkan, kata kunci atau hashtag apa yang biasanya digunakan atau diikuti oleh calon audiens Anda? Riset ini penting untuk memastikan konten muncul di pencarian atau explore page mereka.
  3. Keterkaitan dengan Tren yang Sedang Berjalan: Memanfaatkan tren (trending topic) bisa meningkatkan visibilitas. Namun, pastikan tren tersebut masih relevan dan Anda bisa berkontribusi dengan cara yang autentik. Jangan memaksakan diri.

Langkah Menerapkan Strategi Hashtag yang Terarah

Berikut adalah langkah praktis untuk mulai menggunakan hashtag dengan lebih strategis:

  • Lakukan Riset: Sebelum membuat konten, luangkan waktu untuk melihat hashtag apa yang digunakan oleh akun-akun besar di niche Anda. Analisis kombinasi hashtag yang mereka pakai.
  • Gunakan Kombinasi yang Berlapis (Mix Method): Gabungkan beberapa jenis hashtag:
    • Hashtag Broad/Niche (#SocialMediaMarketing): Mencakup audiens luas di bidang Anda.
    • Hashtag Spesifik (#StrategiHashtag): Menargetkan audiens yang sangat spesifik dan tertarik dengan topik detail.
    • Hashtag Komunitas/Lokal (#KamiCreative): Membangun koneksi dengan komunitas atau pasar lokal.
    • Hashtag Branded (#NamaBrandAnda): Untuk kampanye khusus atau membangun branding.
  • Analisis dan Evaluasi: Pantau performa setiap konten. Platform seperti Instagram Insights atau TikTok Analytics sering menunjukkan dari mana viewers menemukan konten Anda, termasuk melalui hashtag mana. Fokuskan pada hashtag yang membawa engagement terbaik.

Leave a Reply