Patung Catur Muka Denpasar -(Empat Wajah) di persimpangan Titik Nol Kota Denpasar.
Patung Catur Muka Denpasar

PPatung Catur Muka Denpasar: Jantung Sejarah dan Titik Nol Kota Bali

Selamat datang di Denpasar, Ibu Kota Provinsi Bali yang penuh dinamika! Di pusat kota yang ramai, berdiri megah sebuah mahakarya arsitektur sekaligus simbol spiritual: Patung Catur Muka Denpasar. Lebih dari sekadar persimpangan, patung ini adalah penanda resmi Titik Nol Kota Denpasar https://www.pariwisata.denpasarkota.go.id/, menjadikannya lokasi yang wajib dikunjungi bagi mereka yang ingin memahami esensi sejarah dan budaya kota ini.

Mengenal Patung Catur Muka

Patung Catur Muka (Empat Wajah) merupakan penggambaran dari Dewa Brahma https://id.wikipedia.org/wiki/Brahma dalam kepercayaan Hindu, sebagai Dewa Pencipta. Patung ini memiliki empat wajah yang menghadap ke empat penjuru mata angin (Utara, Timur, Selatan, dan Barat), melambangkan kekuasaan tak terbatas yang meliputi segala arah dan waktu.

Lokasi Strategis:

Patung ini berdiri tepat di depan kompleks Pura Jagatnatha dan Museum Bali https://kemenbud.go.id/, menjadikannya titik awal yang sempurna untuk eksplorasi budaya dan sejarah di Denpasar. Kawasan ini juga berdekatan dengan bekas Puputan Badung, lapangan bersejarah yang kini dikenal sebagai Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung.

Filosofi di Balik Empat Wajah

Keunikan Patung Catur Muka Denpasar terletak pada filosofi yang terkandung dalam empat wajahnya (disebut Catur Muka):

Arah WajahLambangMakna
TimurDewa IswaraKekuatan dan Kehendak
SelatanDewa BrahmaPenciptaan
BaratDewa MahadewaPeleburan
UtaraDewa WisnuPemeliharaan

Patung ini, meskipun sering dilihat sebagai patung Dewa Brahma, sebenarnya mewakili Trimurti https://id.wikipedia.org/wiki/Trimurti yang mengendalikan siklus kehidupan.

Patung Catur Muka sebagai Titik Nol Kota

Penetapan patung ini sebagai Titik Nol Kota Denpasar secara resmi menegaskan posisinya sebagai poros geografis dan pusat pemerintahan kota. Bagi wisatawan, mengetahui lokasi Titik Nol adalah cara menarik untuk memulai perjalanan dan merasakan denyut nadi Denpasar.

Tips Mengunjungi Kawasan Catur Muka

  • Waktu Terbaik: Kunjungi sore hari menjelang malam saat lampu-lampu kota mulai menyala, memberikan pencahayaan dramatis pada patung.
  • Eksplorasi Lanjutan: Setelah melihat Patung Catur Muka, Anda bisa langsung mengunjungi Museum Bali untuk mendalami koleksi benda bersejarah Bali atau Pura Jaganatha untuk mengagumi arsitektur pura di tengah kota.
  • Transportasi: Karena lokasinya di persimpangan yang padat, disarankan menggunakan taksi atau layanan ride-hailing untuk kenyamanan.

Kesimpulan

Patung Catur Muka Denpasar bukan hanya penanda Titik Nol, tetapi juga simbol budaya dan spiritualitas yang menghubungkan masa lalu kerajaan Badung dengan Denpasar modern. Jika liburan Anda mencakup eksplorasi perkotaan, pastikan kawasan Catur Muka ada dalam daftar Anda.

Baca juga artiktel lain di Komunitas Kami – komunitaskami.com

By Brian