[ Klinik 3G ] Tips mempercepat Koneksi Internet Telkomsel Flash Unlimited
Melanjutkan tulisan saya sebelumnya tentang Telkosel Flash Unlimited, disini saya ingin berbagi pengalaman memakai koneksi internet dengan Telkomsel Flash Unlimited.
Sampai saat ini saya masih merasakan kalau Telkomsel Flash Unlimted tidak segarang promosinya, artinya koneksi ini tidak secepat apa yang dipromosikan. Setidak – tidaknya ini berdasarkan pengalaman pribadi saya selama ini. Bahkan untuk melakukan test bandwidth pun hampir tidak pernah sukses dilakukan.
Uji coba ping ke google.com hasilnya rata – rata 500 ms, bahkan lebih sering diatas itu.
Berikut ini tips menjaga stabilitas koneksi dan mempercepat koneksi Internet :
1. Yakinkan lokasi anda termasuk dalam coverage area 3G atau GPRS yang stabil.
2. Kalau anda yakin mendapat signal 3G yang stabil, rubah setting modem anda menjadi 3G Only, atau anda bisa memiliih opsi GPRS Only.
3. Penggunaan opsi 3G Preferred atau GPRS Preferred akan memaksa modem berganti – ganti tipe koneksi. Hal inilah yang membuat koneksi rentan putus.
4. Penggunaan APN silih berganti pun cukup efektif untuk mempercepat koneksi. Untuk paket Telkomsel FLash Unlimited disediakan dua buah APN : telkomsel dan internet. Usahakan ganti APN anda apabila dirasakan koneksi saat ini sedang drop.
5. Menggunakan bantuan proxy, public open proxy memang tidak disarankan karena mengandung kerawanan dari sisi security pencurian data dan penularan virus. Namun bila terpaksa menggunakan open proxy, guna kan secara berhati – hati dan usahakan tidak melakukan hal – hal yang mengandung data pribadi seperti login email, memasukan data kartu kredit, berbelanja online, dll. Tulisan tentang public open proxy akan saya tuliskan pada kesempatan lain.
[ klinik 3G ] Telkomsel Flash Unlimited, Tidak Segarang Promosinya
Bukan bermaksud untuk melakukan black champagne tapi itulah realita yang saya hadapi saat ini. Sebelum ini saya menggunakan koneksi internet perpaduan antara koneksi CDMA Jagoan dengan account dial up Indosat.
Untuk urusan download dan upload pada kasus normal ( kira2 untuk baca – baca blog dan download beberapa gambar serta upload foto seukuran kurang dari 100 kb ) koneksi CDMA Jagoan sebagai media dan dial up Indosat sebagai gateway Internetnya, terasa normal – normal saja. Saya bisa maklum kalau koneksi ini seperti umumnya bermain internet di warnet.
Tapi kala mendengar adanya paket 3G unlimited Telkomsel Flash yang hanya Rp 125.000 per bulan dengan bandwith UP TO 256 kbps ( katanya he he he… ) dan akan diturunkan bila traffic telah mencapai 3G menjadi UP TO 64 kbps membuat gusar hati dan hampir tidak bisa tidur saking penasaran ingin merasakan koneksi 3G yang konon bisa menghantarkan streaming video tanpa jeda.
Semua prosedur pun saya ikuti termasuk registrasi Kartu Halo yang harus menunggu beberapa hari untuk survey, kemudian registrasi Telkomsel Flash nya yang baru boleh digunakan kalau sudah mendapat konfirmasi dari pihak Telkomsel karena bila hal ini dilanggar, konon charge yang dikenakan adalah tariff GPRS sebesar Rp 1000 / MB ( kira – kira ), bahkan ada cerita serem kalau ada customer yang tagihannya membengkak menjadi Rp 2.000.000,- karena kelalaian diatas.
Setting APN pun tidak boleh salah, harus menggunakan APN telkomsel atau internet, bukan APN flash, kalau hal ini anda langgar, mungkin saja anda akan terkena charge Rp 350 / menit.
Sedemikian perjuangan saya untuk mendapatkan Internet 3G yang wuishh.. wuishh.. wuishh.. ( istilahnya salah satu CS saat promosi dihadapan saya he he he he… ) ternyata harus menelan kekecewaan.
Hari pertama uji coba saya masih berusaha untuk mencari letak kesalahan sehingga koneksi yang saya terima lemot sekali. Termasuk upaya saya mengganti modem dengan modem yang lain sampai – sampai saya menciduk HP istri saya yang sudah dilengkapi fitur HSDPA. Belum termasuk usaha saya mencari coverage area 3G terbaik. Hal ini membuat saya jadi keliling kota denpasar membawa semua peralatan dalam mobil saya.
Kesimpulan pertama yang saya dapat, koneksi angin – anginan, terkadang agak cepat tapi sering lambat sekali dan tak terhitung time out tapi tidak pernah cepat.
Saya sebelumnya pernah mencoba Telkomsel Flash paket Pay As You Go seharga Rp 350 / menit, kalau koneksi itu memang saya akui lebih cepat, namun sayangnya sering diskonek tiba – tiba.
Sedangkan Telkomsel Flash Unlimited, memang tidak pernah diskonek tapi lambat banget, kecuali untuk urusan upload, misalnya update blog, memang saya akui lumayan cepat.
Kesimpulan kedua, mungkin terlkomsel bermasalah dengan kapasitas bandwith nya seperti yang pernah dialami speedy saat booming, hampir semua orang mengeluhkan kecepatannya. Dalam promosi bandwidth UP TO 256 kbps itu kurang lebih sama artinya bandwidth 256 kbps dibagi bareng antar user. Pertanyaannya berapa user kah yang menggunakan bandwidth ini secara bersamaan ?
Inilah salah satu hal yang menjadi kunci kekuatan marketing ISP, dia tidak akan pernah bisa membuka infromasi ini kepada khalayak ramai, berapa jumlah user yang menggunakan bandwidth ini secara bersamaan, mungkin saja 10 atau 100 atau 1000 ?
Dengan adanya tulisan ini semoga pihak Telkomsel terketuk hatinya untuk meningkatkan pelayanan juga serta tidak hanya memprioritaskan peningkatan penjualan semata.
[ klinik 3G ] Uji Coba Pake Prabayar Broom Indosat IM2
Kami mungkin tergolong tipikal orang yang selalu telat he he he… setidak – tidaknya saat kebanyakan teman – teman telah menjajal kemampuan koneksi 3G dari berbagai provider, kami baru mulai mencoba menggunakan koneksi internet jenis ini.
Untuk uji coba kali ini, kami meminjam modem HSDPA merk option milik salah seorang kawan kami yang saat ini sedang tidak digunakan lagi. Uniknya modem ini sangat sederhana interface softwarenya, hanya ada pilihan koneksi ( 3G only, 3G prefered, GPRS only, GPRS prefered ) trus pilihan penggunaan PIN atau tidak, User Name, Password dan APN serta fitur SMS.
Sebagian besar searching network oleh modem ini mengalami kegagalan sehingga harus dibantu dengan tambahan software AT&T Network Selector he he he…
Hal ini yang membuat kami ragu akan kemurnian hasil testing ini karena saat kami mencoba menggunakan kartu prabayar Broom Indosat IM2 jenis koneksi yang kami terima hanya EDGE .
Sekedar untuk resfresh masalah jenis koneksi dan speednya :
GPRS ( max 115 kbps )
EDGE ( max 384 kbps )
UMTS ( max 2 mbps )
Dari koneksi EDGE yang kami terima, kami coba melakukan speed test dari bandwidth meter yang disediakan pihak indosat.
Caranya cukup mudah, akses web resmi Indosat IM2 ( http://speedtest.indosatm2.com/ ), hasilnya pun kadang mengembirakan kadang menyedihkan.
Hitungan puluhan kbps yang kami dapati dari test upload maupun download, begitu pula hasil test ping ke server indosat yang nilainya berkisar diatas 1000 ms. Hasil ini membuat koneksi kami menjadi angin-anginan, terkadang kenceng sekali, dan tak jarang lelet dan hampir – hampir bengong.
Sedihnya kami belum sempat jalan – jalan ke lokasi yang tersedia koneksi 3G yang memang saat ini hanya baru menjangkau beberapa daerah saja di Denpasar dan sekitarnya untuk melakukan bandwidth test.
Memang koneksi seperti ini bergantung kepada sedikit tidaknya dua faktor, faktor kualitas link dan banyaknya pengguna yang berbarengan ber-internet ria pada bandwith sharing seperti ini.
Kesimpulan :
Apabila di daerah sekitar anda hanya menerima koneksi EDGE, seperti nya anda harus siap – siap adu keberuntungan, syukur kalau terus menerus mendapatkan koneksi yang kenceng dan stabil.
[PDA] Setting MMS dan MMS Profile IM3 pada PDA berbasis WM5
Kalau hanya sekedar setting MMS dan GPRS, mungkin sudah banyak info yang ada di internet, cuma saya sedikit pusing saat melakukan setting GPRS dan MMS pada PDA Merk Glofiish Type X500 yang menggunakan kartu prabayar IM3.
Detail PDA ini sbb :
Merk = Gloofiish ( jarang denger kan :p )
Type = X500
OS = Windows Mobile 5
Provider = Indosat IM3
Berikut langkah – langkah settingyang terdiri dari 3 bagian setting :
A. Setting GPRS Connections
1. Buka page connection ( start > Settings > Connections > Connections )
2. Pada bagian My ISP click Add New
3. Ketik GPRS IM3 pada kolom Enter a name for the connections
4. Pilih Cellular Line (GPRS) pada kolom Select a modem
5. Masukan www.indosat-m3.net pada Access Point Name
6. Masukan user name = gprs pada kolom user name
7. Masukan password = im3 pada kolom password
8. Kolom domain bisa diabaikan.
9. Tekan tombol finish untuk menyelesaikan setting.
B. Setting MMS Connections
1. Buka page connection ( start > Settings > Connections > Connections )
2. Pada bagian My ISP click Add New
3. Ketik MMS IM3 pada kolom Enter a name for the connections
4. Pilih Cellular Line (GPRS) pada kolom Select a modem
5. Masukan mms.indosat-m3.net pada Access Point Name
6. Masukan user name = mms pada kolom user name
7. Masukan password = im3 pada kolom password
8. Kolom domain bisa diabaikan.
9. Tekan tombol finish untuk menyelesaikan setting.
C. Setting MMS Profile
1. Click start > programs > messaging
2. Pilih MMS Inbox
3. Click Menu ( pojok kanan bawah ) > MMS Settings
4. Click tombol New
5. Masukan MMS IM3 pada kolom Profile Name
6. Masukan http://mmsc.m3-access.com pada kolom MMSC
7. Pilih My ISP pada kolom Data Connection
8. Pilih WAP 1.0 Gateway pada kolom Gateway
9. Masukan 10.19.19.19 pada kolom IP Address
10. Masukan 9201 pada kolom Port
Berdasarkan pengalaman saya, dengan setting diatas PDA yang berbasis Windows Mobile 5 dengan kartu IM3 sudah mampu menerima dan mengirim MMS.
Beberapa catatan penting
Sebelum menerima dan mengirim MMS, pastikan koneksi yang tercentang adalah MMS IM3 ( start > settings > connections > connections > Manage existing connections lalu pilih MMS IM3 ) karena kalau current connections berada pada GPRS IM3 maka MMS tidak dapat berjalan.
Pastikan menggunakan no ponsel berbasis +62 pada nomor tujuan pengiriman misalnya +628563714000 bukan 0818563714000
[Bluetooth] Headset Nokia BH-208 for Laptop
Iseng jalan seputaran Teuku Umar Denpasar menghilangkan kepenatan selepas kerja membuat saya tergerak memasuki sebuah toko ponsel yang kala itu hiruk pikuk suara music yang keras namun tak jelas lagunya.
Alih – alih mau cari – cari info ponsel terbaru malah saya terpikat untuk membeli sebuah Bluetooth Headset Merk Nokia Tipe BH-208, harganya sih tergolong menengah dibandingkan harga Bluetooth Headset Merk sejenis dengan variasi harga Rp 350.000 sampai Rp 1.500.000,-
Headset type ini harga yang saya dapatkan dikisaran Rp 450.000,- dengan model yang elegan dan sportif serta harga yang masih masuk budget membuat saya mengambil keputusan untuk membelinya untuk jadi partner Nokia CDMA 6275i serta N70 yang selalu menemani saya kemana pun saya pergi.
Pertimbangan lain saya membeli headset ini adalah seringnya saya membutuhkan perangkat handsfree saat harus melakukan pointing radio yang akhir – akhir ini sering trouble di tempat saya bekerja, sedangkan disisi lain karena frekwensi telepon yang saya terima sebagai salah satu staff di unit support sangat tinggi yang kadang membuat saya malas merogoh saku untuk mengambil ponsel.
Ide iseng mulai muncul saat saya menyalakan laptop, kebetulan laptop saya ada fitur Bluetooth nya, iseng saya coba search headset ini, sapa tau mau konek dan bisa nonton bokep tanpa berisik :d
Beberapa kali saya coba search, hasilnya tetap nihil. Saya coba cari – cari tutorial, apakah perlu setting khusus untuk menggunakan headset ini selain untuk ponsel.
Semoga ada rekan yang pernah mempunyai pengalaman serupa yang mau sharing disini…




