Hari demi hari perjalanan saya nitip nge-blog disini dan hampir tak terasa sudah setahun lebih saya menjadi salah satu kontributor blog ini. Masih junior dan ijo banget sih. Saya masih perlu belajar lebih banyak lagi.
Tapi kini saya harus rehat sejenak, bukan karena jenuh dengan kegiatan rutin update blog ini, atau karena ingin mengundurkan diri dari dunia maya.
Semua itu karena saya lupa bahwa selama ini saya terlalu memaksakan diri bekerja dari pagi hingga malam dan tanpa saya sadari ternyata penyakit lever yang selama ini saya derita ternyata kambuh lagi.
Hal ini diperparah lagi dengan sakit Typhus yang di deteksi dokter beberapa hari yang lalu. Mau tidak mau saya harus mengikuti saran dokter untuk istirahat total selama kurang lebih dua minggu.
Blog ini tidak akan ikut – ikutan libur karena blog ini memiliki banyak kontributor tangguh yang siap posting artikel baru untuk update blog ini.
Jadwal yang sedikit terganggu mungkin cuma perjalanan ke Alor dan perjalanan ke G-Land.
Saya menyesal telah menunda perjalanan ke Alor karena bertepatan dengan hari raya Galungan yang lalu dan kini saya harus menunda lagi sampai saya benar – benar sembuh dulu.
Perjalanan ke G-Land pun dengan berat hati saya tunda juga berhubung perjalanan ini cukup berat hingga membutuhkan kondisi fisik yang prima.
Kegiatan lain yang mungkin sedikit terganggu adalah membantu kawan – kawan di D Community, Komunitas Penerbangan serta Komunitas Scarszone.
Semoga saya bisa melewati masa perawatan ‘Bed Rest’ selama dua minggu ini dengan baik sehingga saya bisa beraktifitas kembali dengan normal.
Sebenarnya saya masih ragu perbedaan antara Load Balancing dan Fail Over. Logika sederhana saya berpikir kalo Fail Over itu adalah system yg otomatis akan berganti koneksi ke ISP kedua bila ISP pertama down.
Nah kasus yang terjadi di client kami adalah satu perusahaan yang memiliki dua ISP dan akan digunakan keduanya. Bila teknik Fail Over digunakan maka ISP yang digunakan otomatis cuma satu saja sedangkan ISP kedua bersifat cadangan yang hanya digunakan bila ISP pertama down.
Melihat kasus diatas, sepertinya teknik Load Balancing memang lebih tepat. Dari percobaan teknik Fail Over terdahulu yang saya dokumentasikan di blog ini juga, ternyata teknik itu kurang sempurna.
Terpaksa kami harus tanya sana tanya sini lagi, sampai akhirnya ketemu juga :
Kondisi :
1. Dua ISP ( Spe*dy dan Wireless )
2. Kedua ISP sama – sama digunakan dengan perimbangan 1:1
3. Eth1 ( Spe*dy ) = 192.168.1.1 ( gateway = 192.168.1.0 )
4. Eth2 ( Wireless ) = 192.168.2.1 ( gateway = 192.168.2.0 )
5. Eth3 ( LAN ) = 192.168.3.1
Caranya :
1. Set IP
”’/ ip address”’
add address=192.168.1.1/24 network=192.168.0.0 broadcast=192.168.0.255 interface=eth1
add address=192.168.2.1/24 network=192.168.0.0 broadcast=192.168.0.255 interface=eth2
add address=192.168.3.1/24 network=192.168.0.0 broadcast=192.168.0.255 interface=eth3
2. Tambahkan Gateway dari kedua ISP secara manual
”’/ ip route”’
add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.0.1,192.168.2.0 check-gateway=ping
perimbangan balancing diatas adalah 1:1, bila ingin dirubah menjadi 1:2 maka cukup ditambahkan gateway secara berulang, misalnya 1 spe*dy dan 2 wireless sbb
”’/ ip route”’
add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.0.1,192.168.2.0,192.168.2.0 check-gateway=ping
3. Buatkan NAT keluar dari masing masing jalur keluar ( spe*dy dan wireless )
”’/ ip firewall nat”’
add chain=srcnat out-interface=eth1 action=masquerade
add chain=srcnat out-interface=eth2 action=masquerade
4. Ternyata dengan adanya routing manual ke masing – masing gateway dan ditambah metode check gateway dengan teknik ping justru membuat teknik load balancing ini sekaligus sebagai fail over.
Teknik ini baru kami uji cobakan dari kemarin, nanti hasilnya akan kami laporkan di blog ini juga. Jadi sabar nunggu ya…
Neg melihat bos dikantor -> yg sok ber IT’ria, keselnya dengan suasana hati yg tak kunjung sembuh, mengingat rasa kangen yang tak terobati, hanya bisa di sembuhin dengan suntikan biologis (kikikiki…) , argh…..hh…. suasana ini ternyata tak kalah sama dengan kompi kantor yang terinveksi si “V” hebat membuat “fille exe/com/scr” ke block. Selidik punya selidik akhirnya ketahuan nama si “V” yaitu : “W32/Sality.AE”.
si ‘Conficker’ yang membuat panik dapat dikatakan sebagai worm nomor satu di Indonesia, lain dengan predikat virus yang paling merepotkan dan paling banyak ditemui Vaksincom di Indonesia pantas di sandang oleh Sality. Virus yang disinyalir berasal dari Taiwan / Cina ini menempati ranking pertama dalam infeksi virus. (more…)
Wah ada kata PERANG lagi, jadi takut banget neh…, suwer takut banget. Emang dimana – mana perang itu gak ada untungnya, selain hanya sekedar buat nunjukin JATI DIRI.
Begitu pulalah konon yang terjadi terhadap lahirnya Virus Conficker, sebuah virus ganas dengan ciri munculnya Host Generic Error pada PC kita.
Uniknya virus ini mencegah kita mengakses situs-situs tertentu seperti www.microsoft.com, www.symantec.com, www.norman.com, www.clamav.com, www.grisoft.com, www.avast.com dan www.eset.com dengan pesan “Address not Found” tetapi jika situs-situs tersebut di akses dari alamat IPnya akan bisa diakses. Dan situs-situs lain tidak ada gangguan berarti.
Keganasan virus ini yang sudah saya saksikan dengan mata kepala sendiri adalah file antivirus dirubah sehingga antivirus yang berjalan adalah antivirus palsu.
Bahkan microsoft sendiri sempat menawarkan hadiah $250.000 bagi barangsiapa yang bisa memberikan informasi pembuat virus conficker ini.
Hebat ya… master – master itu, perang antar mereka membuat sengsara banyak orang. Apa yang kau cari Wahai Para Master ?
kalau hanya sekedar mau menunjukan jati diri bahwa Kamu Hebat, Kamu Bisa, Kamu Master ?
Sekarang pun kami dari lubuk yang paling dalam menyatakan bahwa
Kamu Hebat…
Kamu Bisa…
Kamu Master…
dan jangan bikin membuat Kami Takut…
peace
sumber :
http://en.wikipedia.org/wiki/Conficker
http://news.cnet.com/microsoft-offers-$250000-reward-for-conficker-arrest/?tag=mncol
http://vaksin.com/2009/0109/conficker2/conficker2.htm
Kesedihan melimuti hatiku, merenungi kegagalan menemani rekan – rekan mengarungi luasnya hutan Alas Purwo, menikmati keindahan suasana G-Land di Pantai Plengkung, Banyuwangi.
Kepergian rekan – rekan ke G-Land Bobby’s Surf Camp dalam tugas dari Studio Kami, aku pun tak sabar menanti keberangkatan kali ini walaupun aku sudah 3 kali meluangkan waktu di tanah G-Land nan damai.
Singkat cerita 2 hari sebelum keberangkatan, aku mengalami kecelakaan yang tergolong tidak begitu parah, tulang kering kakiku tergores saat terpeleset di sebuah got di sebelah tower NDB di tempat kerjaku.
Berhubung masih sibuk, aku abaikan dulu luka kecil ini dan sore harinya aku obati dengan obat merah. Tak disangka dan dinyana ternyata malam harinya badanku meriang dan demam itu semakin menjadi – jadi keesokan harinya.
Dalam kondisi kaki yang sulit digerakan dan badan yang demam, sudah barang tentu tugas ke G-Land tidak dapat kulakukan. Akhirnya dengan berat hati aku melepas rekan – rekan yang lain bertugas ke ranah G-Land.
Teringat cerita seorang Master SEO ( yang sedang dikecewakan oleh seorang sahabat ) tentang Bounce Rate, aku merasa Bounce Rate ku di G-Land adalah 100%
Trims atas pencerahannya bos. Semoga kecewanya segera hilang, dan semoga yang membuat dia seperti itu bukanlah uang karena tidak jarang orang kalau sudah punya uang dan memiliki kemampuan bisa berubah jadi SOMBONG he he he…
Apa itu Bounce Rate dan kenapa Bounce Rate nya 100%, kita akan sambung di artikel lain berhubung saya harus kontrol ke dokter dulu
//ode