Udah tau hyperlink kan ? Itu lho, sebuah kata atau kalimat yang mengandung link URL misalnya
<a href="http://www.komunitaskami.com">Blognya Newbie</a> |
nah kode diatas hasilnya seperti ini
Blognya Newbie
Nah sekarang banyak diperbincangkan hyperlink dengan tambahan tag rel=nofollow. Contohnya
< a href="http://www.komunitaskami.com" rel="nofollow" >Blognya Newbie< /a > |
Sekilas kode html diatas akan menghasilkan result yang sama. Konon kode kedua memiliki imbas dari sisi SEO karena kode kedua tidak berimbas kepada Google Page Rank dari situs yang di link.
Seperti yang santer dibahas tentang Google Page Rank bahwa tata cara perhitungan page rank adalah dengan memperbandingkan Link In dan Link Out sebuah situs dengan sebuah formula khusus.
tag nofollow sendiri diperkenalkan oleh google pertama kalinya dengan tujuan mengatasi spamm. sehingga bisa dipastikan tag ini sangat berpengaruh pada sistem rangking situs di google.
Sayangnya secara default blog – blog berbasis WordPress konon sudah di set dengan tag No Follow pada commentnya. Sehingga bila kita mengisi komentar pada sebuah blog berbasis wordpress dan menyertakan alat web kita, maka link web kita pada komentar di blog itu tidak akan diperhitungkan sebagai point penambah google page rank.
Kini para blogger mulai sadar akan pentingnya sebuah komunitas dalam kerangka mempopulerkan sebuah blog. Sudah banyak blogger yang mulai membuat blog nya sebagai Blog Do Follow sehingga para pemasang komentar pada blog tsb akan mendapatkan benefit Link In, semakin rajin anda memberi komen pada blog orang lain, semakin banyak Link In yang anda dapatkan, dan tentunya akan berpengaruh kepada Google Page Rank blog anda.
Blog ini akan segera mengikuti jejak Blogger Do Follow.
Setelah melakukan berbagai pertimbangan – pertimbangan dan menambah wawasan dari berbagai forum serta blog – blog fotografi, akhirnya saya membulatkan tekad membeli sebuah camera DSLR Canon EOS 400D.
Camera kelas entry level ( istilah kerenya dari newbie ) ini dijual seharga Rp 5.500.000,- dengan KIT lensa 18-55 mm. Awalnya saya melakukan berbagai pertimbangan dalam memilih kamera ini seperti :
1. Kemudahan penggunaan
2. Hasil
4. AF Point
5. Resolution
6. Harga
Dan ternyata pertimbangan no 6 lah yang dominan mengisi 80% dari keputusan saya membeli camera ini
Uniknya camera ini ada dua tipe, Rebel dan Kiss X, saat saya tanyakan ke penjualnya harga yang berbeda tetapi produknya sama, yang membedakan adalah pasarnya. Untuk pasar amerika camera ini dipakaikan merek Rebel sedangkan pasar Jepang dan Asia digunakan merek Kiss X.
Mungkin siapa pun bila disodorkan dua tawaran ini, tentunya memilih produk yang lebih murah karena barangnya sama cuma beda cap, saya pun memilih Canon 400D Kiss X.
Saat Camera saya terima dari tukang ekspedisi, langkah pertama yang saya lakukan adalah membuat kopi, membeli sebungkus rokok kretek, dan menyiapkan camilan karena saya pikir, sebagai fotografer pemula harus belajar banyak tentang camera yang baru saya beli.
Alih – alih ingin RTMF ( read the fucking manual ) untuk menguasai cara menggunakan camera, saya jadi tersenyum kecut saat semua manual saya terima tulisannya huruf kanji semua.
Akhirnya camera ini mulai saya pakai dengan metode coba tanya, coba dulu lalu ambil handphone dan tanya teman yang tau seluk beluk camera ini.
Sampai saat ini saya baru memahami beberapa setting camera ini seperti
- gambar kota hijau untuk Full Auto
- dibawah gambar hijau ada Setting Potrait, Landscape, yang lain belum saya pahami
- diatas gambar kotak hijau ada setting TV ( Time Value ), AV ( Apperture Value ) yang lain juga belum dipahami.
Saat ini setting yang paling sering saya pakai ada Full Auto karena belum memahami setting yang lain. Terkadang saya juga menggunakan setting Potrait kalau mau memoto orang dan Landscape untuk memoto pemandangan.
Semoga ada rekan – rekan yang memiliki manual book camera ini dalam bahasa inggris yang rela berbagi dengan saya.
Cabe atau lombok (Capsicum annum) termasuk suku Selanaceae dan merupakan tanaman
yang mudah ditanam di dataran rendah ataupun di dataran tinggi. Tanaman cabe banyak
mengandung vitamin A dan C serta mengandung minyak atsiri, yang rasanya pedas dan
memberikan kehangatan panas bila kita gunakan untuk rempah-rempah (bumbu dapur).
Kita sering melihat para ibu rumah tangga yang menanam cabe sebagai selingan yang
menguntungkan. Hasil buahnya bisa dipakai untuk kebutuhan sehari-hari, tanpa harus
membelinya di pasar.
Syarat Tumbuh
Tanaman cabe, cocok ditanam pada tanah yang kaya humus, gembur dan sarang serta tidak
tergenang air ; pH tanah yang ideal sekitar 5 – 6. Waktu tanam yang baik untuk lahan kering
adalah pada akhir musim hujan (Maret – April). Untuk memperoleh harga cabe yang tinggi,
bisa juga dilakukan pada bulan Oktober dan panen pada bulan Desember, walaupun ada
resiko kegagalan. Usahakan dibuat saluran drainase yang baik.
Tanaman ini diperbanyak melalui biji, yang ditanam dari tanaman yang sehat serta bebas
dari hama dan penyakit . Buah cabe yang telah kita seleksi untuk bibit dijemur hingga kering.
Kalau panasnya cukup dalam lima hari telah kering kemudian baru kita ambil bijinya: Untuk
areal satu hektar dibutuhkan sekitar 2-3 kg buah cabe (300-500 gr biji).
Persemaian
Tanah persemaian digemburkan dan dibikin bedengan dengan lebar 125 cm panjang
menurut ukuran tanah dan diberi pupuk kandang dan diberi TSP I Kg per meter bujur
sangkar 2 (dua) hari sebelum benih ditaburkan. Setelah itu ditutup dengan tanah atau sekam
untuk menghindari hujan dan angin. Benih cabe dapat dipindahkan setelah berumur 1 (satu)
bulan.
Pengolahan Tanah
Sambil menunggu bibit yang akan dipindahkan, tanah disiapkan dengan pengolahan yang
baik, bersamaan dengan itu diperam pupuk . kandang yang dicampur dengan TSP dan Urea
selama 20 hari (1 karung pupuk kandang + 1 Kg TSP + 1 \4 Kg Urea). Satu hektar
membutuhkan pupuk kandang 15 ton. Seminggu sebelum tanam, pupuk kandang
dimasukkan kedalam lubang tanam kurang lebih 1\5 Kg per lubang dengan jarak tanam 50 x
60 Cm. Umur bibit 1-1,5 bulan. Bila tersedia Biofert, berikan soil conditioner (penyubur
tanah) ini dengan dosis 30 Kg per hektar. Biofert membuat pemupukan lebih efisien dan
meningkatkan mutu buah cabe.
Pemeliharaan
Setelah tanaman berumur 15 – 20 hari tanam, dilakukan pemupukan pertama. Caranya
dengan mencampur Za 400 Kg, TSP 200 Kg dan KCL 50 Kg per hektar; caranya diberikan
10 gram per lubang. Pada umur 35 – 40 hari setelah tanam dipupuk lag] dengan 350 Kg Za
dan 50 Kg KC1, diberikan 15 gram per lubang.
Pemupukan selanjutnya pada umur 60 hari setelah tanam dengan memberikan Za 400 Kg
dan KCl 50 Kg diberikan 20 gram per lubang tanam. Pemupukan tetap diulangi lagi setiap 20
hari sekali setelah tanaman cabe panen 4 – 5 kali, dengan dosis seperti di atas. Untuk
meningkatkan produksi dari tanaman cabe perlu diberikan PPC seperti (Bayfolan, Super
Florosing, Gandasil D\B Grenzit, dll) dimulai pada hari ke-4, 8 dan 12 setelah tanam
kemudian satu kali seminggu.
ZPT (Zat Pengatur Tumbuh) diberikan setelah tanaman berumur 15 hari, dan diberikan
setiap 20 hari sekali. ZPT yang digunakan adalah Dekamon, Darmasri, Sitosim, Atonik dan
lain-lain dengan ukuran satu sendok teh dalam 20 liter air.
Berikan mulsa jika memasuki musim kering. Mulsa mencegah penguapan daun dan tanah
serta membuat tanah lembab dan gembur.
Hama dan Penyakit
Ada musim agar penyakitnya tidak menular.
Keberhasilan kebun cabe sangat diperlukan. Kebun yang kotor akan merangsang
berjangkitnya penyakit keriting. Oleh karena itu, tanamlah bibit-bibit yang sehat. Gunakanlah
pupuk yang sesuai jenis dan dosisnya, karena pemupukan yang tepat akan berpengaruh
kepada pertumbuhan tanaman cabe yang akibatnya akan menambah daya tahan terhadap
serangan hama dan penyakit.
Pemetikan Hasil
Buah pertama telah kemarau tanaman cabe sering diserang oleh hama lalat buah (Docus
dorsalis) yang bisa merusak buah cabe, kutu daun (Myzus persiace, Tripa spp. dan Aphis
spp.) dapat di berantas dengan pestisida Orthene 75 Sp, Hosianon 40 Ec, dan Curacron
yang disemprotkan setup seminggu.
Pada muslin penghujan, tanaman cabe banyak diserang, penyakit seperti Antraknose atau
Krapak (Colectroticum capsici) dan cendawan yang menyebabkan bercak daun (Phytophtora
capsici) serta penyakit layu (Pseudomonas solanaceanum). Penyakit ini dapat dicegah dan
diberantas dengan fungisida seperti Dhitane 45 dan fungisida lainnya.
Penyakit virus yang banyak menyerang pada tanaman cabe yang mengakibatkan daun
menjadi keriting berwarna kekuning-kuningan. Dari itu lebih baik tanaman yang terserang
penyakit itu dibongkar dan dibakar dapat dipetik pada umur 80 – 85 hari setelah tanam.
Tanaman yang baik dapat dipetik 20 – 25 kali petik setiap 4 hari sekali. dengan produksi 3 – 4
ton per hektar ( 1,5 – 2 ons per rumpun tanaman).
Sumber : Menuju Pertanian Tangguh, Surat Kabar Sinar Tani, 1996